Tips Mengatur Keuangan Mahasiswa agar Dompet Tetap Aman
Seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk selalu menyelesaikan tugas kuliah dan mengejar prestasi akademik. Pada masa sekarang ini, ketika berbagai macam kebutuhan dan biaya hidup meningkat, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan yang penting untuk dimiliki. Berbagai macam kebutuhan kuliah, biaya transportasi, nongkrong bersama teman, hingga berbagai kebutuhan pribadi dapat menjadi tantangan berat apabila tidak diimbangi dengan perencanaan keuangan yang baik.
Literasi keuangan menjadi dasar yang sangat penting. Dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 66,46%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%. Nilai literasi keuangan masyarakat masih terbilang rendah bila dibandingkan nilai inklusinya. Oleh karena itu, edukasi mengenai pengelolaan keuangan perlu terus diperkuat, terutama bagi generasi muda yang mulai mengatur keuangannya secara mandiri.
Muff, bagi seorang
mahasiswa, khususnya yang berkuliah sambil bekerja, kemampuan untuk mengatur
keuangan sangat penting dan perlu diperkuat agar mahasiswa dapat mengambil
keputusan finansial secara bijak dan terhindar dari perilaku konsumtif. Hal ini
juga disetujui oleh Yuli, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menjalani
kuliah sambil bekerja. Disamping usaha untuk membagi waktu antara jam kuliah
dan kerja, menurutnya mencatat pemasukan dan pengeluaran juga juga merupakan
bentuk usaha untuk membangun kebiasaaan menentukan prioritas finansial.
"Menurut aku wajib dipelajari dari sekarang. Supaya nanti pas kerja kita sudah terbiasa mengatur pengeluaran." Ungkapnya pada wawancara yang dilakukan pada hari Kamis, 9 Juli 2026
Dari pengalamannya
dalam mengatur keuangan, terdapat beberapa kebiasaan sederhana yang dapat
diterapkan oleh seorang mahasiswa untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat.
Dahulukan Kebutuhan daripada Keinginan
Menentukan skala
prioritas menjadi langkah awal yang sangat penting dalam megelola keuangan.
Kewajiban dan kebutuhan utama adalah hal yang harus lebih dahulu didahulukan
agar mahasiswa dapat mengindari pengeluaran yang tidak direncanakan. Karena itu
sangat penting bagi kita untuk memutuskan kapan harus mengeluarkan uang dan
kapan harus menahan diri.
Kalau dilihat dari
kaca psikologis, kemampuan untuk mengendalikan keinginan dan prioritas dapat
membuat seseorang merasa lebih tenang setelahnya. Artinya, ketika seseorang
memutuskan sesuatu berdasarkan pertimbangan yang matang, rasa khawatir dan
penyesalan dapat dihindari. Prinsip ini juga diterapkan oleh Yuli, sebelum
membeli sesuatu, ia akan berusaha membedakan mana kebutuhan yang harus dipenuhi
lebih dulu dan mana yang dapat ditunda.
"Kalau lagi banyak tugas, aku harus selesaikan dulu. Baru bisa main supaya pas main juga tenang."
Jangan Mudah Tergoda Tren
Fashion, kuliner,
hingga hiburan, merupakan tren yang terus berubah dan bermunculan. Kebiasaan
hidup populer menjadi salah satu pemicu perilaku konsumtif khususnya dikalangan
mahasiswa. Dalam hal ini, kita sebagai mahasiswa harus dapat membedakan barang yang
akan dibeli, yang mana benar-benar dibutuhkan bukan hanya untuk disukai sesaat.
Yuli merupakan salah satu mahasiswa yang menerapkan hal tersebut, dalam
wawancaranya dengan tim Muffins, ia mengatakan,
"Kalau aku memang harus benar-benar suka dulu. Kalau enggak ya enggak beli.".
Membuat Anggaran Bulanan
Mengatur anggaran
finansial menjadi langkah penting agar pengeluaran tidak melebihi pemasukan.
Yuli sebagai mahasiswa aktif juga melakukan pembagian uang bulanannya kedalam
beberapa pos, seperti pos untuk kebutuhan makanan, uang jajan harian, tabungan,
hingga kebutuhan pribadi bulanan. Cara ini merupakan cara yang dapat ditiru
agar batas pengeluaran setiap bulannya dapat teratur tanpa memberikan beban
tambahan.
Catat Setiap Pengeluaran
Pencatatan untuk
seluruh pengeluaran yang dilakukan memang terdengar sulit dan merepotkan. Tapi
siapa sangka bahwa dengan cara pencatatan, evaluasi kondisi keuangan setiap
bulan menjadi lebih mudah. Hal seperti ini juga dilakukan oleh Yuli agar mudah
dalam perencaan anggaran setiap bulan.
"Bayar parkir aja aku catat. Jadi nanti pas akhir bulan nggak bingung uangnya habis buat apa,".
Selain itu, mencatat
pengeluaran juga menjadi salah satu kebiasaan yang dianjurkan OJK dalam
meningkatkan literasi keuangan. Dengan mengetahui pola pengeluaran, seseorang
dapat lebih mudah menyusun anggaran sekaligus mengurangi pembelian yang tidak
direncanakan.
Beri Waktu sebelum Membeli Barang
Kebiasaan belanja
secara impulsif sering kali membuat uang bulanan cepat habis. Untuk mengatasi
hal ini, Yuli memberikan tips sederhana, yaitu untuk tidak langsung membeli
barang yang diinginkan. Tunggu dan beri jeda beberapa hari untuk memastikan
apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.
"Kalau seminggu kemudian masih pengen, ya beli. Tapi kalau ternyata udah nggak kepikiran lagi, berarti cuma keinginan sesaat."
Cara-cara diatas dapat dilakukan sebagai langkah awal mengatur finansial untuk para Muff yang masih kebingungan harus mulai mengatur keuangan dari mana. Bila dilakukan secara konsisten, semakin lama keputusan untuk mengatur finansial dapat lebih mudah dan bijak.




Komentar
Posting Komentar